TANAH BENGKANG ATAU RETAK AKIBAT HUJAN YANG TIDAK TURUN-TURUN MELANDA LAHAN PERTANIAN
- Jan 29, 2026
- KIM DESA JATUH
DESA JATUH — Kondisi tanah bengkang atau retak akibat kekeringan saat ini dirasakan oleh para petani di Desa Jatuh, Kecamatan Pandawan. Bahkan, kondisi ini tidak hanya terjadi di Desa Jatuh saja, melainkan juga melanda sejumlah desa lain di wilayah Kecamatan Pandawan dan sekitarnya. Hal ini disebabkan oleh hujan yang tidak turun-turun dalam beberapa waktu terakhir.
Tidak adanya curah hujan menyebabkan kandungan air di dalam tanah semakin berkurang. Akibatnya, permukaan tanah mengeras dan muncul retakan-retakan pada lahan persawahan. Kondisi ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman padi, karena akar tanaman kesulitan menyerap air dan unsur hara yang dibutuhkan.
Tanah bengkang atau retak menjadi tantangan serius bagi para petani. Pertumbuhan tanaman menjadi tidak optimal, sebagian tanaman mulai menguning, dan risiko gagal tanam maupun gagal panen semakin meningkat apabila kondisi ini terus berlanjut. Selain itu, keterbatasan air memaksa petani untuk menyesuaikan jadwal tanam agar kerugian dapat diminimalisir.
Meski menghadapi kondisi yang cukup berat, para petani tetap berupaya mempertahankan lahan pertanian yang ada. Berbagai langkah dilakukan secara mandiri, seperti memantau kondisi tanah, menyesuaikan waktu tanam, serta menjaga kelembapan lahan sebisanya agar tanaman tetap dapat bertahan.
Kondisi tanah bengkang atau retak ini menjadi gambaran nyata tantangan yang dihadapi sektor pertanian di Desa Jatuh dan wilayah sekitarnya. Diharapkan kondisi cuaca dapat segera membaik sehingga ketersediaan air kembali normal dan lahan pertanian dapat kembali berfungsi secara optimal, agar aktivitas pertanian dapat berjalan dengan normal seperti sebelumnya.