MAMA DEDEN DUKUNG AGROWISATA PETIK MELON PERTAMA DI HULU SUNGAI TENGAH, DORONG PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DESA DAN PENGEMBANGAN WISATA DESA BERBASIS PERTANIAN

  • Jun 30, 2026
  • KIM PEMERINTAH DESA JATUH

PEMERINTAH DESA JATUH – Desa Jatuh kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi lokal melalui sebuah inovasi yang memadukan sektor pertanian dan pariwisata. Bersama BUMDes Partala, Pemerintah Desa Jatuh menghadirkan Agrowisata Petik Melon, sebuah destinasi wisata edukasi berbasis pertanian yang menjadi agrowisata petik melon pertama di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Inovasi ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat perekonomian desa, serta memperkenalkan potensi Desa Jatuh kepada masyarakat yang lebih luas.

Program ini lahir dari semangat untuk menjawab berbagai tantangan yang selama ini dihadapi para petani, khususnya dalam memasarkan hasil panen yang masih bergantung pada tengkulak. Kondisi tersebut menyebabkan harga jual hasil pertanian sering kali kurang menguntungkan bagi petani. Melihat kondisi tersebut, Pemerintah Desa Jatuh bersama BUMDes Partala berinisiatif menghadirkan konsep baru, yaitu menghubungkan sektor pertanian dengan sektor pariwisata sehingga hasil panen dapat dipasarkan secara langsung kepada masyarakat. Melalui konsep ini, petani tidak hanya memperoleh nilai jual yang lebih baik, tetapi juga mendapatkan peluang usaha baru yang lebih berkelanjutan.

Agrowisata Petik Melon menjadi bukti bahwa sektor pertanian dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata yang menarik tanpa menghilangkan nilai utamanya sebagai sumber penghidupan masyarakat. Pengunjung tidak hanya datang untuk membeli buah melon, tetapi juga dapat merasakan pengalaman memetik buah langsung dari pohonnya, mengenal proses budidaya melon, belajar mengenai teknik perawatan tanaman, hingga menikmati suasana kebun yang hijau, asri, dan nyaman. Berbagai spot foto yang telah disiapkan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin mengabadikan momen bersama keluarga maupun kerabat.

Pada pelaksanaannya, Agrowisata Petik Melon dibuka untuk masyarakat umum pada 1–3 Juli 2026, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WITA. Pengunjung disuguhkan pengalaman wisata yang berbeda dengan menikmati buah melon berkualitas unggul jenis Melon Rock, yang dibudidayakan langsung oleh para petani Desa Jatuh. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat lebih mengenal dunia pertanian sekaligus meningkatkan kecintaan terhadap produk lokal hasil karya petani daerah.

Dukungan terhadap pengembangan Agrowisata Petik Melon juga datang dari berbagai pihak, termasuk Ketua TP PKK Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Ibu Deni Era Yuliantie atau yang akrab disapa Mama Deden. Dalam kunjungannya ke lokasi agrowisata, beliau didampingi oleh jajaran pemerintah daerah, pengurus TP PKK, perangkat desa, pengelola BUMDes Partala, serta masyarakat setempat untuk melihat secara langsung perkembangan kawasan wisata yang menjadi kebanggaan Desa Jatuh tersebut.

Selama berada di lokasi, Mama Deden menyusuri area perkebunan, melihat secara langsung proses budidaya melon, berdialog dengan para petani dan pengelola, serta menyaksikan antusiasme masyarakat yang hadir menikmati wisata petik melon. Beliau juga memberikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan Pemerintah Desa Jatuh bersama BUMDes Partala dalam mengembangkan potensi lokal melalui pendekatan yang kreatif dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.

Menurut beliau, pengembangan wisata berbasis pertanian seperti ini merupakan langkah yang sangat positif karena mampu memberikan nilai tambah terhadap hasil pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Selain meningkatkan pendapatan petani, keberadaan agrowisata juga mampu mendorong tumbuhnya sektor usaha lainnya, seperti kuliner, UMKM, jasa transportasi, hingga perdagangan produk lokal yang secara tidak langsung akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian desa secara keseluruhan.

Keberhasilan Agrowisata Petik Melon Desa Jatuh diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Hulu Sungai Tengah dalam mengembangkan potensi wilayahnya masing-masing. Dengan memanfaatkan sumber daya lokal secara kreatif dan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, desa mampu menciptakan inovasi yang memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat identitas daerah.

Pemerintah Desa Jatuh bersama BUMDes Partala berkomitmen untuk terus mengembangkan Agrowisata Petik Melon agar menjadi destinasi wisata edukasi unggulan di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. Ke depan, kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat wisata musiman, tetapi juga berkembang menjadi pusat edukasi pertanian, promosi produk unggulan desa, serta wadah pemberdayaan masyarakat yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Melalui sinergi antara Pemerintah Desa, BUMDes Partala, petani, masyarakat, serta dukungan dari Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Agrowisata Petik Melon menjadi bukti bahwa inovasi desa mampu menghadirkan perubahan nyata. Semangat kolaborasi inilah yang diharapkan terus tumbuh, sehingga Desa Jatuh dapat menjadi contoh desa yang maju, mandiri, dan mampu mengoptimalkan potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakat serta pembangunan daerah.